Rabu, 22 Agustus 2018

UMBULUAR SANTOAN SINGANDARU








(TrahTalaga nu mukin di Kawali)
 
Di desa Kawalimukti Kabupatenab Ciamis, terdapat sebuah Dusun yang bernama Singandaru, 
Nama ini "diduga" diambil dari seorang pengembara asal Talaga Majalengka yang menetap disana. , lokasi ini berada di pinggirjalan arah Cirebon. Sekarang di Singandaru menyimpan banya Keramat sebetunya, diantaranya ada keramat Kapunduhan dan Singandaru itu sendiri. Namun kalau Kapunduhan masih terjaga dengan baik, bahkan masih ada bahasa pamali, tapi sebaliknya di Singandaru, Keramat ini justru jadi tempat sampah. Padahal ini mata air yang sangat bagus, namun Pemerintahan Desa Kawalimukti terkesan acuh tak acuh. Keramat ini berada di sebelah kiri jalan jika dari arah Ciamis menuju Cirebon, jaraknya sekitan 200 meter, tidak jauh dari Pesantren. Lokasi ini di pinggir sungai Cicadas, sebelum Pom Bensin Winduraja.

Pernah ditanyakan kepada Kepala Desa, kenapa Keramat Singandaru ditimbun sampah, padaha itu mata air. Tapi dirinya menjawab bahwa timbunan sampah itu sengaja, karena kolam mata airnya akan di urug atau di timbun, menurutnya akan ditanami pohon. Aneh memang, jelas-jelas itu mata air, kenapa malah mau di tutup, pakai sampah rumah tangga dan plastik lagi. Ah gak masuk akal, entah mau bagaimana kedepannya nasib Keramat Singandaru ini. Jika ada yang peduli, coba bicarakan dan beri pengertian kepada yang mengaku Kepala Desa. Harusnya sih dia tau betapa pentingnya Keramat itu, apalagi itu menyimpan cerita lama, atau dongeng masa lalu. (sumber, kutipan dari :sumedangpress.com)

Hingga saat ini tak satupun para kasepuhan atau para jurukunci di Kawali yang tahu banyak tentang silsilah Eyang Dalem Santoan Singandaru. yang mereka ketahui sebatas seorang pengembara yang mengamalkan ilmu keagamaan di kawali... hingga saat ini nama singandaru di abadikan menjadi nama sekolah dasar di kecamatan Kawali
 
Sementara menurut para sesepuh Talaga, Singandaru adalah seorang cendikia muda yang gemar mengembara , yang merupakan anak ke 4 dari Ratu Agung Dewi Sunyalarang (Ratu Parung) (1530M) dari suaminya Rd Ranggamantri (Raden Pucuk Umun / Umum Talaga).
Semula Ratu Sunyalarang akan memberikan Takhta kerajaan Talaga kepada R.U.L.S Singandaru, namun karna kegemarananya mengembara dan mencari ilmu keagamaan, maka dengan senanghati Tahta kerajaan tersebut di berikan kepada kakaknya yaitu Arya KIKIS (Sunan Wanaperih).
Seminggu setelah penobatan Aria Kikis menjadi Raja Talaga, R.U.L.S.Singandaru pergi pengembara kearah selatan Negri Talaga. dan menemukan tempat bermukim di daerah Kawali . Hingga akhir hayatnya, beliau menjadi kepala Daerah merangkap sebagai Pemuka Agama, dari mulai daerah Cinyasag (Muncangpandak), Panawangan, Kawali, Buniseuri, hingga Lumbung (Panjalu)
(dikutif dari berbagai sumber tradisi  lisan dan tulisan )




Informasi tentang Sejarah & Budaya Talaga - Majalengka
Klik di
Penulis : Asep AsDHA Singhawinata

Tidak ada komentar:

Posting Komentar