Senin, 04 Mei 2015

Cawan Zodiak "Prasen" / Zodiak Beker




Jenis : Cawan (Wadah Air Suci)
Nama : Cawan Zodiak Talaga
Era : abad ke -
Bahan Material : Perunggu

Dimensi :
Tinggi Total : 111 mm
Diameter Atas : 144 mm
Diameter Bawah : 133 mm




Deskripsi :
Cawan / Prasen   ini merupakan alat pelengkap ritual keagamaan yang menjadi kultur budaya Talaga mulai era Batara Gunung Bitung hingga Pertengahan era Nyi Ratu Simbarkancana. Sebelum masuknya Agama Islam Ke Talaga.


Pada bagian badan Cawan ini di tahtakan relief berbentuk zodiak 12 rasi bintang astronomi
Dimana pada tahun awal abad ke 19, Gubernur Jendral T.S Raffles pernah mengirimkan Faximile ke Tropenmuseum , berupa sebuah naskah kuno dari Talaga yang diberi judul:


“Fac Simile des Signes du Zodiac tire d’un ancien Manuscrit apt in Tumung’gung de Telaga a Cheribon.”
(Lambang-lambang zodiak yang terdapat dalam naskah kuno dari Tumung ‘gung Talaga [Katumenggungan Talaga–Pen.], Cirebon).




Nama-nama Zodiac tersebut, menurut Raffles sebagai berikut.

The signs of the Zodiac as represented in the ancient MS (Midlle-centuries Sundanese-?–Pen.) at Telaga in Cheribon compared with the Indian are as follows the figures being very correctly drawn and names with the explanation annexed to each

[Lambang-lambang perbintangan atau zodiak yang dilukiskan dengan bahasa Sunda Pertengahan dari naskah di Talaga Cirebon itu jika dibandingkan dengan yang ada di India sebagai berikut, dst.]. Tulisan sudah diedit penulis–dengan melacak pula zodiac Yunani dari Wikipedia–menjadi tabel sebagai berikut.


ISTILAH TALAGA / ISTILAH YUNANI / ARTI(LAMBANG)
1. MISA / ARIES/BIRI-BIRI
2. M’RISA / TAURUS / BANTENG
3. M’RI KOGO (kupu_kupu) / GEMINI / KEMBAR
4. CALICATA / CANCER / KEPITING
5. SINGHA / LEO / SINGA
6. CANYA / VIRGO / GADIS KANIA
7. TULA / LIBRA / NERACA
8. PRIYATA / CSORPION / KALAJENGKING
9. WANU / SAGITARIUS / JEMPARING
10. MACARA / CAPRICORNUS / KAMBING LAUT
11. CUBA / AQUARIUS / TEMPAYAN
12. MENA / PISCES / IKAN MINA



Data:
Benda ini di foto pada : 28 April 2015
Fotografer : H Asep Deni H.A
Lokasi Pemotretan : Museum Talagamanggung
No Inv : MTM/XV/01/003
Koleksi : Museum Talagamanggung
Origin :Talaga - Indonesia


Rujukan :
Team Peneliti Sejarah Budaya Talaga
Artikel zodiac : www.tatangmanguny.wordpress.com






“BENDA PENINGGALAN SEJARAH DAN KEBUDAYAAN , BUKAN WARISAN DARI NENEK MOYANG KITA, TAPI MERUPAKAN TITIPAN DARI ANAK CUCU UNTUK KITA JAGA KELESTARIANNYA, SATU SAAT MERAKA AKAN MENANYAKAN HAK MEREKA UNTUK IKUT MELESTARIKAN DAN MEMPELAJARI PERADABAN SEJARAH BUDAYA LUHUR DARI NENEK MOYANGNYA”



Informasi tentang Sejarah & Budaya Talaga - Majalengka
Klik di :
https://museumtalagamanggung.blogspot.com/
Penulis : Asep AsDHA Singhawinata





PANIMBAL / TEKO AIR SUCI KUNO “TIRTA NAGA”




Jenis : Teko Air

Nama : Panimbal Tirta Naga

Era : abad ke  -

Bahan Material : Tembaga Bertahta Perunggu

Dimensi :
Tinggi Total : 353 mm
Diameter : -


Deskripsi : 
Teko  ini merupakan alat pelengkap ritual keagamaan yang menjadi kultur budaya Talaga mulai  era Batara Gunung Bitung hingga Pertengahan era Nyi Ratu Simbarkancana. Sebelum masuknya Agama Islam Ke  Talaga.
Pada bagian tengah teko ini di tahtakan relief perunggu berbentuk buda setengah badan yang diapit oleh dua naga yang saling berhadapan, masing masing tertahta di dua sisi teko.
Berdasarkan motif artistiknya yang  bergaya Tibet, bisa disimpulkan bahwa teko ini berada di talaga sebagai  cendra mata dari Raja, Biksu atau Para Tamu Negara Tibet (Tiongkok)  yang berkunjung ke Negri Talaga Untuk mempelajari ajaran “dang Upaka Sarwatiwada” satu ajaran Ke Hinduan yang di sebarkan oleh Batara Gunung Bitung, Raja pendiri Talaga.

Data:
Benda ini di foto pada : 28 April 2015
Fotografer : H Asep Deni H.A
Lokasi Pemotretan : Museum Talagamanggung
No Inv : MTM/XV/01/003
Koleksi : Museum Talagamanggung
Origin :Talaga  -  Indonesia

Rujukan :
Team Peneliti Sejarah Budaya Talaga



“BENDA PENINGGALAN SEJARAH DAN KEBUDAYAAN , BUKAN WARISAN DARI NENEK MOYANG KITA, TAPI MERUPAKAN TITIPAN DARI ANAK CUCU UNTUK KITA JAGA KELESTARIANNYA, SATU SAAT MERAKA AKAN MENANYAKAN HAK MEREKA UNTUK IKUT MELESTARIKAN DAN MEMPELAJARI PERADABAN SEJARAH BUDAYA LUHUR DARI  NENEK MOYANGNYA”

Informasi tentang Sejarah & Budaya Talaga - Majalengka
Klik di :
Penulis : Asep AsDHA Singhawinata

Minggu, 03 Mei 2015

LONCENG / GENTA KUNO BERGAYA TIBET “SINGHA TALAGA”




Jenis : Lonceng / Genta

Nama : Genta Singha Talaga

Era : abad ke  -

Bahan Material : Perunggu

Dimensi :
Tinggi Total : 277 mm
Diameter : 125 mm



Deskripsi :
Genta ini merupakan alat pelengkap ritual keagamaan yang menjadi kultur budaya Talaga mulai  era Batara Gunung Bitung hingga Pertengahan era Nyi Ratu Simbarkancana. Sebelum masuknya Agama Islam Ke  Talaga.
Berdasarkan motif artistiknya yang  bergaya Tibet, bisa disimpulkan bahwa genta ini berada di talaga sebagai  cendra mata dari Raja, Biksu atau Para Tamu Negara Tibet (Tiongkok)  yang berkunjung ke Negri Talaga Untuk mempelajari ajaran “dang Upaka Sarwatiwada” satu ajaran Ke Hinduan yang di sebarkan oleh Batara Gunung Bitung, Raja pendiri Talaga.
Genta ini pernah diphoto oleh , Isidore Van Kinsbergen di tahun 1856 dan hinggi kini fotonya masih tersimpan di Tropenmuseum Belanda.

Data:
Benda ini di foto pada : 28 April 2015
Fotografer : H Asep Deni H.A
Lokasi Pemotretan : Museum Talagamanggung
No Inv : MTM/XV/01/002
Koleksi : Museum Talagamanggung
Origin :Talaga  -  Indonesia

Rujukan :
Team Peneliti Sejarah Budaya Talaga


“BENDA PENINGGALAN SEJARAH DAN KEBUDAYAAN , BUKAN WARISAN DARI NENEK MOYANG KITA, TAPI MERUPAKAN TITIPAN DARI ANAK CUCU UNTUK KITA JAGA KELESTARIANNYA, SATU SAAT MERAKA AKAN MENANYAKAN HAK MEREKA UNTUK IKUT MELESTARIKAN DAN MEMPELAJARI PERADABAN SEJARAH BUDAYA LUHUR DARI  NENEK MOYANGNYA

Informasi tentang Sejarah & Budaya Talaga - Majalengka
Klik di :
Penulis : Asep AsDHA Singhawinata

LONCENG / GENTA KUNO BERGAYA TIBET “TERATAI BUDHA”





Jenis : Lonceng / Genta

Nama : Genta Teratai Buddha

Era : abad ke  -

Bahan Material : Perunggu

Dimensi :
Tinggi Total : 152 mm
Diameter : 90 mm



Deskripsi :
Genta ini merupakan alat pelengkap ritual keagamaan yang menjadi kultur budaya Talaga mulai  era Batara Gunung Bitung hingga Pertengahan era Nyi Ratu Simbarkancana. Sebelum masuknya Agama Islam Ke  Talaga.
Berdasarkan motif artistiknya yang  bergaya Tibet, bisa disimpulkan bahwa genta ini berada di talaga sebagai  cendra mata dari Raja, Biksu atau Para Tamu Negara Tibet (Tiongkok)  yang berkunjung ke Negri Talaga Untuk mempelajari ajaran “dang Upaka Sarwatiwada” satu ajaran Ke Hinduan yang di sebarkan oleh Batara Gunung Bitung, Raja pendiri Talaga.
Genta ini pernah diphoto oleh , Isidore Van Kinsbergen di tahun 1856 dan hinggi kini fotonya masih tersimpan di Tropenmuseum Belanda.

Data: 
Benda ini di foto pada : 28 April 2015
Fotografer : H Asep Deni H.A
Lokasi Pemotretan : Museum Talagamanggung
No Inv : MTM/XV/01/001
Koleksi : Museum Talagamanggung
Origin :Talaga  -  Indonesia

Rujukan :
Team Peneliti Sejarah Budaya Talaga


“BENDA PENINGGALAN SEJARAH DAN KEBUDAYAAN , BUKAN WARISAN DARI NENEK MOYANG KITA, TAPI MERUPAKAN TITIPAN DARI ANAK CUCU UNTUK KITA JAGA KELESTARIANNYA, SATU SAAT MERAKA AKAN MENANYAKAN HAK MEREKA UNTUK IKUT MELESTARIKAN DAN MEMPELAJARI PERADABAN SEJARAH BUDAYA LUHUR DARI  NENEK MOYANGNYA”


Informasi tentang Sejarah & Budaya Talaga - Majalengka
Klik di :
Penulis : Asep AsDHA Singhawinata

Sabtu, 02 Mei 2015

PATAKA ASTHA NAGA TRISULA MANUNGGAL



Jenis : Tombak Pataka

Nama : ASTHA NAGA TRISULA MANUNGGAL
Era : abad ke 14

Material ; Tembaga berlapis Kuningan



Lot Descriptions :
Tombak pataka Asta Naga Trisula Manunggal ini, merupakan alat “Pangarak” (alat ritual keagamaan) juga merupakan alat  untuk acara iring iringan(karnaval)para pembesar Negara  ketika mengadakan perjalanan resmi kenegaraan.
Namun sayang, pada tahun 1985, terjadi pencurian terhadap Museum Talagamanggung, sehingga banyak sekali benda benda peninggalan sejarah & Budaya talaga yang diambil termasuk  pataka – pataka  dan  lambang Negara Talaga di zaman kerajan
Berutung ketika tahun 1856 seorang peneliti sejarah dari belanda bernama Isidore van Kinsbergen sempat mengabadikan benda tersebut yang hingga kini fhoto pataka ini masih tersimpan di Tropenmuseum Belanda.

Sumber Rujukan :
-          Tatang M Amirin UNY Yogyakarta
-          Wawancara langsung dengan Ketua Yayasan Talagamanggung 2015
-          http://www.geheugenvannederland.nl/?/indonesie_onafhankelijk_-_fotos_1947-1953/items/VKM01:1403-3790-61/&p=1&i=6&t=28&st=Telaga&sc=(Telaga)/     

Pataka  ini di Fhoto pada : Oktober 1863

Oleh : Isidore van Kinsbergen

Origin : Talaga – Indonesia

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

“Jangan ditangisi bila artefak sejarah kita dimiliki kolektor dan museum asing. Mungkin itu dijarah pada saat penjajahan, atau DIJUAL oleh orang orang bangsa kita sendiri yang membutuhkan uang .

TANGKAP AURANYA AMATI DENGAN SEKSAMA !! DAN CIPTAKAN YANG LEBIH DARI ITU. MEREKA TIDAK AKAN PERNAH BISA MENJARAH BAKAT DAN KELUHURAN YANG DIWARISKAN OLEH LELUHUR KITA”

Informasi tentang Sejarah & Budaya Talaga - Majalengka
Klik di :
Penulis : Asep AsDHA Singhawinata






PATAKA NAGA PAPAT TRISULA MANUNGGAL






Jenis : Tombak Pataka
Nama : Pataka Naga Papat Tisula Manunggal
Era : abad ke 14
Material : Tembaga Berlapis Kuningan

Lot descriptions :
Pataka Naga papat Trisula manunggal merupakan satu benda simbolik berbentuk tombak yang berfungsi sebagai salah satu lambang kebesaran Negara. di zaman Kerajaan Talaga, Pataka ini dipergunakan sebagai alat utama pada acara acara kebesaran Negara seperti, “ngistrenan” pelantikan Raja, para Eentri, Adipati (pemimpin daerah), dan Kedaleman (pemimpin Wilayah) selain acara kebesaran Negara lainnya.

Tombak Pataka Naga Papat Trisula Manunggal , juga merupakan symbol tahun (candra Sangkala)  Kepemimpinan sang Prabu Talagamanggung (Darma Suci 2) berdasarkan toponomi nama, naga papat trisula manunggal sendiri di artikan menjadi
Naga = 8, Papat = 4, Trisula = 3, Manunggal = 1 = 8431 dibalik menjadi = 1348,


Namun sayang, pada tahun 1985, terjadi pencurian terhadap Museum Talagamanggung, sehingga banyak sekali benda benda peninggalan sejarah & Budaya Talaga yang diambil termasuk pataka – pataka dan lambang Negara Talaga di zaman Kerajan.


Berutung ketika tahun 1856 seorang peneliti sejarah dari belanda bernama Isidore van Kinsbergen sempat mengabadikan benda tersebut yang hingga kini fhoto pataka ini masih tersimpan di Tropenmuseum Belanda.




Sumber Rujukan :
- Tatang M Amirin UNY Yogyakarta
- Wawancara langsung dengan Ketua Yayasan Talagamanggung 2015
- http://www.geheugenvannederland.nl/?/indonesie_onafhankelijk_-_fotos_1947-1953/items/VKM01:1403-3790-61/&p=1&i=6&t=28&st=Telaga&sc=(Telaga)/






Pataka ini di Fhoto pada : Oktober 1863
Oleh :Isidore van Kinsbergen
Origin : Talaga – Indonesia




--------------------------------------------------------------------------------------------------------




“Jangan ditangisi bila artefak sejarah kita dimiliki kolektor dan museum asing. Mungkin itu dijarah pada saat penjajahan, atau DIJUAL oleh orang orang bangsa kita sendiri yang membutuhkan uang .


TANGKAP AURANYA AMATI DENGAN SEKSAMA !! DAN CIPTAKAN YANG LEBIH DARI ITU. MEREKA TIDAK AKAN PERNAH BISA MENJARAH BAKAT DAN KELUHURAN YANG DIWARISKAN OLEH LELUHUR KITA”


Informasi tentang Sejarah & Budaya Talaga - Majalengka
Klik di :
https://museumtalagamanggung.blogspot.com/
Penulis : Asep AsDHA Singhawinata


LAMBANG NEGARA TALAGA




Jenis : Amulet / Lambang Negara

Nama : GOERIANG BOENTOETAN (Guriang Buntutan)

Era : abad ke 14

Material : Kuningan

Lot Descriptions:
Tanda berdirinya suatu kerajaan yang berdaulat adalah adanya lambang Negara, seperti halnya Negara Republik Indonesia sekarang, mempunyai Garuda Pancasila, sebagai Lambang Negara.
Di abad ke 14, Kerajaan Talaga berdiri dan berdaulat , mempunyai satu lambang kebesaran utama yaitu Guriang Buntutan,  Amulet berbentuk Singa  mitologi budha ini, disebut juga sebagai Guru hyang Talagamanggung, (guru sepiritualnya sang Prabu Talagamanggung).

Namun sayang, pada tahun 1985, terjadi pencurian terhadap Museum Talagamanggung, sehingga banyak sekali benda benda peninggalan sejarah & Budaya talaga yang diambil termasuk  pataka – pataka  dan  lambang Negara Talaga di zaman kerajan
Berutung ketika  tahun 1856 seorang peneliti sejarah dari belanda bernama Isidore van Kinsbergen sempat mengabadikan benda tersebut yang hingga kini fhoto amulet  ini masih tersimpan di Tropenmuseum belanda.

Patung ini di Fhoto pada : Oktober 1863 
Oleh :Isidore van Kinsbergen
Origin : Talaga – Indonesia


Sumber Rujukan :
-          Tatang M Amirin UNY Yogyakarta
-          Wawancara langsung dengan Ketua Yayasan Talagamanggung 2015
-          http://www.geheugenvannederland.nl/?/indonesie_onafhankelijk_-_fotos_1947-1953/items/VKM01:1403-3790-61/&p=1&i=6&t=28&st=Telaga&sc=(Telaga)/    

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

“Jangan ditangisi bila artefak sejarah kita dimiliki kolektor dan museum asing. Mungkin itu dijarah pada saat penjajahan, atau DIJUAL oleh orang orang bangsa kita sendiri yang membutuhkan uang .

TANGKAP AURANYA AMATI DENGAN SEKSAMA !! DAN CIPTAKAN YANG LEBIH DARI ITU. MEREKA TIDAK AKAN PERNAH BISA MENJARAH BAKAT DAN KELUHURAN YANG DIWARISKAN OLEH LELUHUR KITA”

Informasi tentang Sejarah & Budaya Talaga - Majalengka
Klik di :
Penulis : Asep AsDHA Singhawinata





  

PATUNG PERUNGGU "SIMBARKANCANA" ABAD KE - 13



Jenis : Patung  Prunggu

Nama : Simbar Kancana

Era : th 1403 m

Material : perunggu berlapis (croom) emas

Dimensi
Tinggi :  36,8 Cm
Lebar : -
Berat : -


Lot descriptions :
Patung perunggu berbentuk budha berdiri tegak dengan sikap abhaya mudra (telapak tangan kanan lurus ke depan) dipercaya merupakan sketsa dari wujud Nyi Ratu Dewi Simbarkancana
               
Site Information:
Wawancara dengan ketua Yayasan Talagamanggung


Patung ini di Fhoto pada : Oktober 1863

Oleh :Isidore van Kinsbergen

Origin : Talaga – Indonesia

Koleksi : Museum Talagamanggung
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Informasi tentang Sejarah & Budaya Talaga - Majalengka
Klik di :
Penulis : Asep AsDHA Singhawinata



PATUNG PERUNGGU "RADEN PANGLURAH" ABAD KE 13



Jenis : Patung  Prunggu

Nama : RADEN PANGLURAH

Era : th 1403 m

Material : Perunggu berlapis (croom) emas

Dimensi
Tinggi :  19 Cm
Lebar : -
Berat : -



Lot descriptions :
Patung perunggu berbentuk budha duduk melipat kaki  dengan sikap bhumisparsa mudra dipercaya merupakan sketsa dari wujud Raden Panglurah, 
               
Site Information:
Wawancara dengan Ketua Yayasan Talagamanggung 2015

Patung ini di Fhoto pada : Oktober 1863
Oleh :Isidore van Kinsbergen
Origin : Talaga – Indonesia
Koleksi : Museum Talagamanggung


------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Informasi tentang Sejarah & Budaya Talaga - Majalengka
Klik di :
Penulis : Asep AsDHA Singhawinata

PATUNG PERUNGGU "PRABU TALAGAMANGGUNG" ABAD KE - 13




Jenis : Patung  Prunggu

Nama : PRABHU TALAGAMANGGUNG

Era : th 1403 m

Material : perunggu berlapis (croom) emas

Dimensi
Tinggi :  18 Cm
Lebar : -
Berat : -



Lot descriptions :
Patung perunggu berbentuk budha duduk dalam posisi “dhayana Mudra” bergaya siam yang di percaya sebagai sketsa dari Prabu Talagamanggung (Darma Suci II)
               
Site Information:
Cariosan Prabu Siliwangi , Penulus : Ibu Viviane Sukanda Dkk (ecole francaise d’extreme-orient)              

Patung ini di Fhoto pada : Oktober 1863

Oleh : Isidore van Kinsbergen

Origin : Talaga – Indonesia

Koleksi : Hingga detikini Patung  tersebut tidak diketahui keberadaannya

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

“Jangan ditangisi bila artefak sejarah kita dimiliki kolektor dan museum asing. Mungkin itu dijarah pada saat penjajahan, atau DIJUAL oleh orang orang bangsa kita sendiri yang membutuhkan uang .

TANGKAP AURANYA AMATI DENGAN SEKSAMA !! DAN CIPTAKAN YANG LEBIH DARI ITU. MEREKA TIDAK AKAN PERNAH BISA MENJARAH BAKAT DAN KELUHURAN YANG DIWARISKAN OLEH LELUHUR KITA”

Informasi tentang Sejarah & Budaya Talaga - Majalengka
Klik di :
Penulis : Asep AsDHA Singhawinata

Jumat, 01 Mei 2015

PATUNG PERUNGGU "SANGHYANG SRI" ABAD KE - 13



Jenis : Patung  Prunggu

Nama : SANGHYANG SRI

Era : th 1403 m

Material : perunggu berlapis (croom) emas

Dimensi
Tinggi :  8,5 Cm
Lebar : -
Berat : -


Lot descriptions :
Patung Bodhisatva bergaya siam dengan ciri ciri diantara kepalanya mengenakan mahkota, yang ditengah mahkotanya tedapat pahatan menyerupai arca.
Patung ini berwajah tengan (saumnya) dengan mata setengah terpejam) konon patung ini merupakan gambaran sketsa dari Sanghyang Sri (Dewa Padi) yang sedang duduk bersilang kaki diatas bantalan berbentuk Padma (bunga teratai), dengan kedua tangan bersikap Varamudra, sedangkan pada tangan kiri memegang nilotpala (bunga teratai setengah mekar)
               
Site Information:
Sejarah Kerajaan Talaga (Prof. DR Nina H Lubis dkk)        

Patung ini di Fhoto pada : Oktober 1863 yang diapit oleh 2 buah genta (lonceng tangan)

Oleh :Isidore van Kinsbergen

Origin : Talaga – Indonesia

Kolekasi : Hingga detik ini Patung  tersebut tidak diketahui keberadaannya

-------------------------------------------------------------------------------------------------------


“Jangan ditangisi bila artefak sejarah kita dimiliki kolektor dan museum asing. Mungkin itu dijarah pada saat penjajahan, atau DIJUAL oleh orang orang bangsa kita sendiri yang membutuhkan uang .

TANGKAP AURANYA AMATI DENGAN SEKSAMA !! DAN CIPTAKAN YANG LEBIH DARI ITU. MEREKA TIDAK AKAN PERNAH BISA MENJARAH BAKAT DAN KELUHURAN YANG DIWARISKAN OLEH LELUHUR KITA”

Informasi tentang Sejarah & Budaya Talaga - Majalengka
Klik di :
Penulis : Asep AsDHA Singhawinata

PATUNG PERUNGGU "PAMANAH RASA /PRABU SILIWANGI" ABAD KE - 13




Jenis : Patung  Prunggu

Nama : PAMANH RASA /PRABU SILIWANGI

Era : th 1403 m

Material : perunggu berlapis (croom) emas

Dimensi
Tinggi :  20,5 cm
Lebar : -
Berat : -



Lot descriptions :
Een koperen beeld (Praboe Siliwangi) in Telaga bij Cheribon
"Oudheden van Java, op last der Ned. Indische regering, onder toezigt van het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, gephotographeerd door I. van Kinsbergen"    
Beelden, tempels en siervoorwerpen uit Java   
               
Site Information:
http://www.geheugenvannederland.nl/?/indonesie_onafhankelijk_-_fotos_1947-1953/items/VKM01:1403-3790-61/&p=1&i=6&t=28&st=Telaga&sc=(Telaga)/     

Patung ini di Fhoto pada : Oktober 1863

Oleh :Isidore van Kinsbergen

Origin : Talaga – Indonesia

Koleksi : Hingga detik ini Patung  tersebut tidak diketahui keberadaannya

----------------------------------------------------------------------------------------------------------


“Jangan ditangisi bila artefak sejarah kita dimiliki kolektor dan museum asing. Mungkin itu dijarah pada saat penjajahan, atau DIJUAL oleh orang orang bangsa kita sendiri yang membutuhkan uang .

TANGKAP AURANYA AMATI DENGAN SEKSAMA !! DAN CIPTAKAN YANG LEBIH DARI ITU. MEREKA TIDAK AKAN PERNAH BISA MENJARAH BAKAT DAN KELUHURAN YANG DIWARISKAN OLEH LELUHUR KITA”


Informasi tentang Sejarah & Budaya Talaga - Majalengka
Klik di :
Penulis : Asep AsDHA Singhawinata



PATUNG PERUNGGU "BATARA GURU" ABAD KE - 13





Jenis : Patung  Prunggu

Nama : BATARA GURU

Era : th 1403 m

Material : perunggu berlapis (croom) emas

Dimensi
Tinggi :  19,5 cm
Lebar : -
Berat : -

Lot descriptions :
Een bronzen beeld, zesarmig en driekoppig (Batoro Goeroe) in Telaga bij Cheribon
"Oudheden van Java, op last der Ned. Indische regering, onder toezigt van het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, gephotographeerd door I. van Kinsbergen"    
Beelden, tempels en siervoorwerpen uit Java   
               
Site Information:
http://www.geheugenvannederland.nl/?/indonesie_onafhankelijk_-_fotos_1947-1953/items/VKM01:1403-3790-61/&p=1&i=6&t=28&st=Telaga&sc=(Telaga)/     

Patung ini di Fhoto pada : Oktober 1863

Oleh :Isidore van Kinsbergen

Origin : Talaga – Indonesia

Koleksi : Hingga detik ini Patung  tersebut tidak diketahui keberadaannya

----------------------------------------------------------------------------------------------------


“Jangan ditangisi bila artefak sejarah kita dimiliki kolektor dan museum asing. Mungkin itu dijarah pada saat penjajahan, atau DIJUAL oleh orang orang bangsa kita sendiri yang membutuhkan uang
.
TANGKAP AURANYA AMATI DENGAN SEKSAMA !! DAN CIPTAKAN YANG LEBIH DARI ITU. MEREKA TIDAK AKAN PERNAH BISA MENJARAH BAKAT DAN KELUHURAN YANG DIWARISKAN OLEH LELUHUR KITA”

Informasi tentang Sejarah & Budaya Talaga - Majalengka
Klik di :
Penulis : Asep AsDHA Singhawinata

PATUNG PERUNGGU "AMBET KASIH" ABAD KE - 13




Jenis : Patung  Prunggu

Nama : AMBET KASIH

Era : th 1403 m

Material : perunggu berlapis (croom) emas

Dimensi
tinggi :  20 cm
Lebar : -
Berat : -


Lot descriptions :
Een bronzen beeld (Ambet Kasih) in Telaga bij Cheribon
Beelden, tempels en siervoorwerpen uit Java   
"Oudheden van Java, op last der Ned. Indische regering, onder toezigt van het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, gephotographeerd door I. van Kinsbergen"
               
Site Information:
http://www.geheugenvannederland.nl/?/indonesie_onafhankelijk_-_fotos_1947-1953/items/VKM01:1403-3790-64/&p=1&i=5&t=28&st=Telaga&sc=(Telaga)/

               
Patung ini di Fhoto pada : Oktober 1863

Oleh :Isidore van Kinsbergen

Origin : Talaga – Indonesia

Koleksi : --

----------------------------------------------------------------------------------------------------------


“Jangan ditangisi bila artefak sejarah kita dimiliki kolektor dan museum asing. Mungkin itu dijarah pada saat penjajahan, atau DIJUAL oleh orang orang bangsa kita sendiri yang membutuhkan uang .

TANGKAP AURANYA AMATI DENGAN SEKSAMA !! DAN CIPTAKAN YANG LEBIH DARI ITU. MEREKA TIDAK AKAN PERNAH BISA MENJARAH BAKAT DAN KELUHURAN YANG DIWARISKAN OLEH LELUHUR KITA”

Informasi tentang Sejarah & Budaya Talaga - Majalengka
Klik di :
Penulis : Asep AsDHA Singhawinata

PATUNG PERUNGGU "SIWA" ABAD KE - 13





Jenis : Patung Prunggu


Nama : Siwa



Era : abad ke 13



Material : perunggu berlapis (croom) emas


Dimensi
Tinggi : 19,5 cm
Lebar : -
Berat : -

Lot descriptions :
ITEMS_NAME_CAPTION: Een bronzen beeld (Shiva) in Telaga bij Cheribon
Beelden, tempels en siervoorwerpen uit Java
"Oudheden van Java, op last der Ned. Indische regering, onder toezigt van het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, gephotographeerd door I. van Kinsbergen"

Site Informations:
http://www.geheugenvannederland.nl/?/indonesie_onafhankelijk_-_fotos_1947-1953/items/VKM01:1403-3790-64/&p=1&i=5&t=28&st=Telaga&sc=(Telaga)/



Patung ini di Fhoto pada : Oktober 1863

Oleh :Isidore van Kinsbergen

Origin : Talaga – Indonesia

Koleksi : --


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

“Jangan ditangisi bila artefak sejarah kita dimiliki kolektor dan museum asing. Mungkin itu dijarah pada saat penjajahan, atau DIJUAL oleh orang orang bangsa kita sendiri yang membutuhkan uang .

TANGKAP AURANYA AMATI DENGAN SEKSAMA !! DAN CIPTAKAN YANG LEBIH DARI ITU. MEREKA TIDAK AKAN PERNAH BISA MENJARAH BAKAT DAN KELUHURAN YANG DIWARISKAN OLEH LELUHUR KITA”

Informasi tentang Sejarah & Budaya Talaga - Majalengka
Klik di :
Penulis : Asep AsDHA Singhawinata